Minggu, 31 Maret 2019

SEMIFINAL PIALA PRESIDEN 2019.


Semifinal Piala Presiden 2019: Perjalanan Empat Tim Menuju yang Terbaik

Piala Presiden 2019 yang disiarkan oleh Indosiar kini sudah memasuki babak semi final. Empat tim pun sudah memastikan tempatnya. Empat tim tersebut yakni Kalteng Putra, Arema FC, Persebaya Surabaya dan Madura United.
Semifinal Piala Presiden 2019 akan dimulai Kamis (28/3/2019) hingga Minggu (31/3/2019). Keempat tinggal dua langkah lagi berkesempatan merengkuh gelar Piala Presiden 2019.
Melihat komposisi tim semifinalis Piala Presiden 2019, Kalteng Putra menjadi satu-satunya tim yang akan menggelar pertandingan kandang di Kalimantan. Sementara tiga tim lain yang lolos menjadi pembuktian Jawa Timur memiliki tim-tim yang mampu bersaing kuat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Arema akan lebih dulu menjamu Kalteng Putra di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Selasa (2/4/2019). Kemudian Persebaya Surabaya akan menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Rabu (3/4/2019).
Mengingat pertandingan semifinal digelar dengan sistem kandang dan tandang, Arema FC akan away ke Kalimantan untuk menghadapi Kalteng Putra. Namun, Singo Edan tidak akan bertandang ke Stadion Tuah Pahoe yang menjadi markas Kalteng Putra, melainkan ke Stadion 17 Mei, Banjarmasin, yang dipilih oleh Laskar Isen Mulang untuk menggelar laga kandang mereka di semifinal Piala Presiden 2019. Pertandingan ini akan digelar pada Jumat (5/4/2019).
Sementara itu, Madura United akan menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu (6/4/2019). Madura United akan meladeni Persebaya di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan.

SUMBER : https://www.bola.net


Sabtu, 30 Maret 2019

AREMA MELAJU KE SEMIFINAL SETELAH MENGALAHKAN BHAYANGKARA FC DI PEREMPAT FINAL PIALA PRESIDEN 2019


Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden 2019

Arema jadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Presiden 2019. Kepastian ini diperoleh setelah tim Singo Edan di luar dugaan mempermalukan sang lawan, Bhayangkara FC, dengan skor telak.
Bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (30/3/2019), Arema menang dengan skor 4-0.
Empat gol kemenangan Arema dicetak Makan Konate (dua gol), Hamka Hamzah, dan Ricky Kayame.
Sebelum Arema, dua tim lain sudah lebih dulu mendapat tiket main di semifinal. Kedua tim itu adalah Kalteng Putra dan Persebaya Surabaya.
Jalannya pertandingan
Tim asuhan Milomir Seslija itu hanya butuh waktu hingga menit ke-11 untuk mengoyak gawang Bhayangkara FC. Berawal dari skema serangan balik, Dendy Santoso melepaskan umpan terobosan.
Makan Konate yang tidak terkawal dan sudah berada di kotak penalti, dengan mudah mengirim bola ke gawang Bhayangkara FC, yang dikawal Wahyu Tri Nugroho.
Juara Liga 1 2017 itu mencoba membalas setelah tertinggal satu gol. Pada menit ke-23, Wahyu Seto mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, akurasi sepakannya tepat di pelukan kiper Arema, Kartika Ajie.
Arema menggandakan kedudukan pada menit ke-39. Tandukan Hamka Hamzah membuat Wahyu Tri Nugroho kembali bertekuk lutut. Skor 2-0 untuk keunggulan Singo Edan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak Kedua

Bhayangkara FC mempunyai peluang emas mencetak gol di babak pertama. Pada menit ke-60, tandukan Anderson Salles hanya melebar tipis di sebelah kanan Singo Edan.
Delapan menit berselang, Singo Edan mencoba membalas. Ricky Kayame hampir saja memperlebar jarak, tetapi akurasi sepakannya tidak menemui sasaran.
Penyelamatan cemerlang dilakukan Wahyu Tri Nugroho pada menit ke-75. Dia menepis tendangan jarak dekat Robert Gladiator.
Tiga menit kemudian, Singo Edan mencetak gol ketiga. Makan Konate mencoba melepaskan umpan lambung dari sisi kanan pertahanan Bhayangkara FC. Gladiator melakukan gerak tipu dengan berpura-pura menyundul bola. Bola terus begulir ke gawang Bhayangkara FC.
Menit ke-85, Indra Kahfi terpaksa menghentikan Ricky Kayame dengan paksa di depan kotak penalti Bhayangkara FC. Makan Konate yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkannya. Sepakan mantan pemain Persib itu melayang di atas mistar gawang.
Pada masa injury time, Singo Edan kembali mencetak gol. Kali ini, Ricky Kayame berhasil melepaskan bola yang berhasil memperdaya Wahyu Tri Nugroho. Arema pun menang 4-0.

Susunan Pemain

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho; Putu Gede, Anderson Salles, Indra Kahfi, Fatchurohman; Rubens Raimundo, Reksa Maulana, Dendy Sulistyawan, Vendry Mofu; Ilham Udin, Wahyu Subo Seto
Pelatih: Alfredo Vera
Arema FC: Kurniawan Kartka Ajie; Hamka Hamzah, Arthur Cunha, Johan Ahmat; Alfin Tuasalamony, Jayus Hariono, Hendro Siswanto, Konate Makan; Dedik Setiawan, Dendy Santoso, Robert Lima
Pelatih: Milomir Seslija


Sumber : www.bola.com


BHAYANGKARA FC AKAN BERTEMU DENGAN AREMA FC SORE INI


Jadwal delapan besa Piala Presiden 2019 hari ini, Sabtu (30/3/2019), mempertemuka Bhayangkara FC dengan Arema FC.



Pertandingan yang bakal digelar di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, itu mungkin bakal dirasa lain oleh Arema FC.

Pasalnya, meski berstatus sebagai tim tamu, Arema FC diprediksi bakal mendapat dukungan dalam jumlah yang besar dari Aremania, suporter setianya.

Sepak mula laga Bhayangkara FC versus Arema FC pada partai ketiga perempat final Piala Presiden 2019 itu dilakukan pukul 15.30 WIB.
Aremania memang merupakan salah satu suporter sepak bola yang punya basis massa yang besar.

Tak hanya itu, keberadaan Aremania di Indonesia pun hampir merata.
Dalam kata lain, hampir di setiap sudut di Indonesia ada kelompok-kelompok yang menamakan dirinya Aremania.

Menghadapi situasi tersebut, salah satu gelandang Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto, mengaku tak bakal ambil pusing.
Wahyu mengakui tak bakal merasa terganggu dengan keberadaan Aremania di stadion nanti.

Pemain asal Surabaya itu mengatakan bisa menjaga fokusnya terhadap pertandingan di atas lapangan.
"Bagi saya itu gampang sih, anggap saja suporter Arema FC itu ya suporter kami juga, selesai kan," kata Wahyu Subo Seto saat sesi jumpa pers di Stadion Patriot, Jumat (29/3/2019).

Adapun pelatih Bhayangkara FC, Alfredo Vera, mengatakan bahwa timnya sudah sangat siap menjamu Singo Edan.

Bahkan, mantan pelatih Persebaya Surabaya itu pun meyakini bahwa bisa menjinakkan skuat besutan Milomir Seslija itu dengan rentang waktu 2x45 menit.
Kendati demikian, pelatih asal Argentina itu tetap mempersiapkan taktik adu tendangan penalti.

Hal itu dilakukannya sebagai langkah antisipatif dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi saat pertandingan.

"Kami di latihan sudah mencoba untuk persiapan adu tendangan penalti," kata Alfredo Vera saat sesi jumpa pers di Stadion Patriot, Jumat (29/3/2019).

"Tapi saya pikir, kami bisa menyelesaikan pertandingan di waktu 90 menit," ucap Alfredo lagi.

Bhayangkara FC memang menjadi klub yang paling produktif ketika babak penyisihan grup Piala Presiden 2019.

Total 10 gol sudah diciptakan Indra Kahfi dkk saat bersua Bali United, Mitra Kukar, dan Semen Padang.

Torehan itu menjadi modal yang sangat penting bagi Bhayangkara FC mengalahkan Arema FC.

Juara Liga 1 2017 itu ingin menembus tradisi lolos ke semifinal Piala Presiden 2019 untuk pertama kalinya.



Sumber : www.bolasport.com

Jumat, 29 Maret 2019

DIWARNAI 2 KARTU MERAH TIRA KABO VS PERSEBAYA DI BABAK PEREMPAT FINAL PIALA PRESIDEN 2019


Persebaya mengalahkan Tira Persikabo di babak perempat final Piala Presiden 2019, yang diwarnai dua kartu merah.


Jum'at, 29-03-2019.
Persebaya mengalahkan Tira Persikabo dengan skor 3-1 dalam pertandingan penuh drama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (29/3/2019), pada babak perempat final Piala Presiden 2019.
Tiga gol Bajul Ijo, julukan Persebaya, dihasilkan lewat Manuchekhr Jalilov, Damian Lizio, dan Amido Balde. Sedangkan satu gol Tira Persikabo dicetak Osas Saha.
Di laga itu juga, dua pemain Tira Persikabo, Rifad Marasabessy dan Manahati Lestusen, mendapat kartu merah di penghujung laga.
Persebaya menjadi tim kedua yang lolos ke semifinal Piala Presiden 2019. Mereka menyusul Kalteng Putra yang menyingkirkan Persija Jakarta dalam drama adu penalti dengan skor 4-3.
Persebaya, bermain di depan Bonek, tampil menekan. Laga baru berjalan dua menit, tendangan salto Manuchekhr Jalilov berhasil mengoyak gawang Tira Persikabo yang dikawal Angga Saputro.
Pada menit ke-24, kapten Bajul Ijo, Ruben Sanadi berhasil melewati satu pemain Tira Persikabo. Dia langsung menembak bola dari dalam kotak penalti, tetapi usahanya masih bisa ditepis Angga Saputro.
Tiga menit setelahnya, pemain asing Tira Persikano, Parfat Louis mengeksekusi tendangan bebas. Namun, bola hasil sepakannya masih bisa diamankan penjaga gawang Persebaya, Miswar Saputra.
Namun, hingga babak pertama berakhir, Persebaya tak mampu menambah gol. Sedangkan Tira Persikabo juga belum mampu mencetak gol balasan.
Di babak kedua, Tira Persikabo meningkatkan serangan. Pada menit ke-57 terjadi kemelut di kotak penalti Bajul Ijo. Untungnya, Miswar berhasil mengamankan bola terlebih dahulu.
Lima menit setelahnya, Tira Persikabo mencetak gol balasan. Sundulan Osas Saha setelah memanfaatkan sepak pojok berhasil mengoyak gawang Bajul Ijo.
Menit 80, gelandang Bajul Ijo, Damian Lizio melepaskan tembakan jarak jauh. Namun, bola hasil sepakannya masih tepat dipelukan Angga Saputro.
Tujuh menit kemudian, Persebaya mendapat hadiah penalti. Lizio yang mengeksekusi penalti berhasil menggetarkan gawang Tira Persikabo.
Persebaya mencetak gol lagi di masa injuri time. Sontekan Balde berhasil mengoyak gawang tim asuhan Rahmad Darmawan.
Seusai gol itu, pemain Tira Persikabo, Rifad Marasabessy, melakukan protes keras hingga mendorong wasit. Alhasil dia mendapat kartu merah.
Tak hanya Rifad, wasit juga memberikan kartu merah kepada Manahati Lestusen usai menanduk pemain Bajul Ijo. Hingga laga bubaran, Persebaya menang 3-1.
Susunan Pemain
Persebaya: Miswar Saputra; Hansamu Yama Pranata, Otavio Dutra, Novan Setya, Ruben Sanadi; Fandi Eko, Misbakus Solikin, Damian Lizio; Manuchekhr Dzhalilov, Irfan Jaya, Amido Balde
Pelatih: Djadjang Nurdjaman
Tira-Persikabo: Angga Saputro; Khurshed Beknazarov, Vava Yagalo, Abduh Lestaluhu, Rifad Marasabessy; Ciro Henrique, Guntur Triaji, Parfat Louis, Wawan Febrianto; Loris Arnaud, Osas Saha
Pelatih: Rahmad Darmawan

Sumber : www.bola.com

Kamis, 28 Maret 2019

DRAMATIS! HASIL AKHIR PERSIJA VS KALTENG PUTRA LANJUTAN PIALA PRESIDEN 2019


HASIL AKHIR PERSIJA VS KALTENG PUTRA



 Laga Piala Presiden 2019, pertarungan Persija Jakarta vs Kalteng Putra sudah berakhir.  babak kedua sudah berlangsung, Kalteng Putra sebagai juara ditutup dengan drama adu penalti sebab babak kedua skor seri, 1-1.

Padahal Persija di menit 46 lewat Silvio Escobar, punya peluang emas, untuk lepaskan tendangan bola ke gawang Kalteng Putra. Pertandingan akan kembali berlanjut ke babak kedua.
Nah, saat babak kedua berlangsung ada adegan yang sempat membuat perdebatan.
Saat memasuki sekitar menit ke 55, pemain Kalteng PutraPatrich Wanggai berusaha sundul bola dan masuk.

Tapi proses gol tersebut tampak terkena tangan Patrich Wanggai, hal ini terlihat dalam rekaman ulang video pertandingan di Indosiar, sang komentator pun sebut memang terkena tangan.
Kejadian itu nampak di lapangan hijau, pemain Persija Jakarta melayangkan protes ke wasit, satu di antaranya Ismed Sofyan. Di lapangan terlihat Ismed Sofyan berdebat dengan wasit, menyatakan gol Patrich Wanggai tidak sah, dianggap terkena tangan.

Tapi tetap saja, pertandingan pun tetap memutuskan, gol Patrich Wanggai tetap sah. Sementara Kalteng Putra unggul pada babak kedua sementara ini.
Tapi itu tidak berlangsung lama, masuk menit ke 76 lewat kecerdikan Bruno Matos gol pun tercipta, saat dirinya berada di garis terdepan tidak dinyatakan off side.
Menit 90 semakin panas, satu di antaranya pemain Kalteng Putra terkena kartu merah, sebab mengangkat kaki tinggi mengenai Ismed Sofyan, wasit langsung keluarkan kartu merah, pelanggaran berat.

Skor itu sampai terus bertahan skor 1-1 dan diselesaikan dengan drama adu penalti. Lewat drama adu penalti, Kalteng Putra unggul, membuat Persija Jakarta tersingkir dari Piala Presiden 2019.










                                

Selasa, 26 Maret 2019

Hasil Akhir Indonesia vs Brunei, Timnas Menang Dramatis


HASIL Akhir Indonesia Vs Brunei, Timnas Menang Dramatis Piala Asia U-23




TRIBUNPONTIANAK.OC.ID - HASIL akhir Indonesia Vs Brunei di babak kualifikasi Grup K Piala Asia U-23 2020 dimenangkan oleh skuat garuda muda dengan skor akhir 2-1.
Dengan hasil ini, Indonesia berhasil menempati posisi ketiga Klasemen Grup K di bawan Thailand dan Vietnam.


Sementara Brunei harus puas berada di peringkat dasar klasemen akhir grup K Kualifikasi Piala Asia 2020.

Timnas 
Indonesia U-23 berhasil unggul lebih dulu lewat gol yang tercipta pada menit ke-31 babak pertama yang dicetak oleh Dimas Drajad.

Indonesia berhasil menambah keunggulan di babak kedua lewat gol spektakuler yang diciptakan oleh Rafi Syarahil menit ke-79.

Brunei berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke -85 lewat titik putih.

Brunei sebenarnya mempunyai peluang emas untuk menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan.

Namun sayang, hadiah penalti dari wasit gagal dimanfaatkan menjadi gol.

Hingga wasit meniupkan pluit akhir pertandingan skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Timnas 
Indonesia.

Sumber : tribunnews.com





Senin, 25 Maret 2019

SKOR AKHIR SDN CEMPLANG 04 VS MI YAPEMAS


SEKOR AKHIR SDN CEMPLANG 04 VS MI YAPEMAS





Senin 25 Maret 2019 Tim SDN Cemplang 04 bertemu dengan MI Yapemas dalam memperebutkan juara 3 dan 4. Kedua Tim ini merupakan Tim kuat yang mempunyai pemain-pemain yang cukup mempuni.
Menit ke-2 SDN cemplang 04 dikejutkan oleh goal Cepat yang disarang kan oleh TOPIK HIDAYAT no punggung 33 dan skor pun berubah 1-0 untuk Yapemas. Berselang dua menit Yapemas menambah keunggulan melalui  AZIZAN dengan melepaskan tembakan melalui sayap kanan  yang tak bisa dihalau oleh penjaga gawang Cemplang 04 dan skor berubah menjadi 2-0 untuk Yapemas.

Tertinggal dua goal Cemplang 04 mencari permainan terbaiknya dengan terus menyerang melewati ALVEN DALVA , ALFIANSYAH, FIRGHI, dan NUR FAHRIANSYAH namun, rapatnya barisan belakang Yapemas membuat Cemplang 04 sulit menembus penjaga awang laan.
SDN Cemplang 04 kembali kebobolan lewat sontekan keras TOPIK HIDAYAT  yang lolos dari kawalan barisan belakang Cemplang. Skor menjadi 3-0 untuk Yapemas.
Cemplang 04 menambah barisan pertahanan yang kuat dengan memasukan RAMZI, namun lagi-lagi FAUZAN (kipper Cemplang) memungut bola yang ke empat kalinya lewat tendangan keras AZIZAN SABZAN.

Usaha keras para pemain Cemplang  berbuah goal pada menit ke-13 lewat tendangan keras dari sang kapten (ALFIANSYAH) yang merobek jala Yapemas, skor berubah 1-4. Tak lama kemudian ALVEN DALVA mampu mngecoh kipper Yapemas dengan kepiawaiannya mengolah sikulit bundar sehingga skor berubah menjadi 2-4 untuk Cemplang 04. Skor tak berubah sampai paruh pertama.

Di paruh kedua Yapemas tak mengendurkan serangannya, dia terus menekan barisan pertahanan Cemplang 04, namun berkat kedisiplinan pemain Cemplang, Yapemas gagal menembus barisan pertahanan lawannya.
Cemplang 04 hampir saja menambah goal andai saja sepakan keras FIRGHI tidak membentur mistar gawang. Kesyikan menyerang SDN Cemplang 04 kembali kebobolan lewat serangan balik ARMAN yang mampu mengelabui kipper Cemplang skor berubah 5-2 untuk Yapemas.

SDN Cemplang 04 terus menekan barisan pertahanan lawan, alhasil wasit menunjuk titik putih setelah Yapemas melakukan hands ball di kotak terlarang. ALFIANSAYAH yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia mampu mengelabui kipper Yapemas ke pojok kanan, sehingga penjaga gawang tak mampu membendungnya sekor berubah 3-5 untuk Cemplang 04.
Cemplang 04 harus mengakui keunggulan Yapemas dengan Skor 5-3.
Yapemas keluar menjadi juar 3 dan SDN Cemplang 04 harus puas di posisi ke-4.




Minggu, 24 Maret 2019

Tersingkir ! Hasil Akhir Timnas U-23 Indonesia VS Vietnam, Skor 0-1 Kulifikasi Piala Asia U-23 2020


TERSINGKIR! Hasil Akhir Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam, Skor 0-1 Kualifikasi Piala Asia U-23 2020




Hasil akhir atau skor akhir Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam di kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Minggu (24/3/2019) adalah 0-1. Indonesia pun tersingkir!
Timnas U-23 kalah 0-1 dari Vietnam pada laga kedua Kualifikasi Piala Asia U-23, peluang untuk lolos mengecil.
Timnas U-23 Indonesia menghadapi laga hidup dan mati melawan timnas U-23 Vietnam, Minggu (24/3/2019).

Timnas U-23 Indonesia harus memperbaiki catatan poin setelah dipukul Thailand 0-4 pada laga pertama.
Di sisi lain, Vietnam telah mengoleksi tiga poin usai membungkam Brunei Darussalam dengan skor 6-0.
Timnas U-23 Indonesia dipastikan tersingkir usai kalah di menit-menit terakhir pertandingan. Indonesia hanya mengantongi 0 poin dari dua pertandingan dan dipastikan tidak bisa menyusul Thailand atau Vietnam.
Gol tunggal Vietnam dicetak oleh Trieu Viet Hung pada menit 90+3.
Di menit-menit awal, Timnas U-23 Vietnam mengambil inisiatif bermain agresif dan melakukan beberapa ancaman-ancaman pada awal laga yang membuat kiper timnas U-23 Indonesia, Satria Tama berjibaku di bawah mistar.
Pasukan Indra Sjafri tidak tinggal diam dengan ikut tampil menyerang dan bahkan hampir membuat kejutan pada menit ke-10.


Berawal dari umpan cut-back Firza Andika yang dilepaskan di sisi kanan pertahanan lawan, Nguyen Thanh Chung salah mengantisipasi bola yang hampir merobek jalanya sendiri.


Beruntung bola masih menyamping tipis di sebelah kanan gawang dan hanya menghasilkan tendangan sudut untuk timnas U-23 Indonesia.
Memasuki menit 15, Timnas Vietnam mendapat peluang melalui skema tendangan bebas. Namun, Ha Duc Chinh yang menjadi eksekutor gagal mengarahkan bola ke gawang Indonesia.
Indonesia mendapatkan peluang usai Ha Duc Chinh melakukan pelanggaran beberapa meter di luar kotak penalti pada menit 29. Luthfi Kamal yang menjadi eksekutor berhasil mengarahkan bola ke gawang, namun kiper Vietnam B Tien Dung dengan sigap menghalau bola.


Vietnam mendapat peluang pada menit 39 usai pemainnya dilanggar Osvaldo Haay beberapa meter di luar kotak penalti.
Nguyen Quang Hai yang menjadi penendang berhasil melesatkan bola terarah, namun Satria Tama masih tangguh di bawah gawang Indonesia.
Di 10 menit terakhir, Indonesia lebih banyak mendapat gempuran. Bahkan jelang akhir babak pertama, gocekan pemain Vietnam berhasil memperdaya pemain Indonesia di kotak penalti Indonesia, beruntung tendangannya masih melambung tinggi di atas mistar gawang.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.


Memasuki babak kedua, timnas Indonesia langsung tampil menekan. Peluang emas diperoleh Egy Maulana Vikri pada menit 53.


Egy yang tinggal berhadapan dengan kiper Vietnam gagal mencetak gol.
Bola hasil tendangan Egy masih mampu ditepis oleh B Tien Dung.

Timnas Indonesia mendapat peluang emas pada menit 59. Memanfaatkan kesalahan operan yang dilakukan B Tien Dung,
Marinus berhasil mencuri bola.
Namun, tendangan keras Marinus dari dalam kotak penalti Vietnam masih gagal melewati kawalan B Tien Dung.
Pada Menit 63, pemain belakang Indonesia lengah saat menghadapi kemelut melalui sundulan. Ha Duc Chinh mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti Indonesia langsung melesatkan bola, namun bola masih melambung tinggi di atas gawang Indonesia.


Petaka diterima Timnas U-23 Indonesia di menit 90. Peluang melalui sepak pojok berhasil dimanfaatkan Trieu Viet Hung untuk menjebol gawang Satria Tama.

Gol tersebut menjadi gol penutup di laga tersebut. Atas hasil tersebut, Timnas U-23 Indonesia dipastikan tersingkir usai posisi klasemen timnas Indonesia di bawah Thailand dan Vietnam.
Pada pertandingan lain, Thailand memetik kemenangan meyakinkan, 8-0, melawan Brunei Darussalam.
Hasil tersebut menempatkan Tim Gajah Putih kokoh di puncak klasemen dengan enam angka dari dua pertandingan.
Brunei Darussalam, dipastikan tersingkir setelah mengalami dua kekalahan dan untuk sementara menghuni juru kunci Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23.


Sementara timnas U-23 Indonesia berada di peringkat ketiga dengan poin nol, namun lebih baik dalam hal selisih gol daripada Brunei.
Di papan atas, timnas U-23 Vietnam menghuni peringkat kedua dengan empat poin dari dua pertandingan.


Peluang timnas U-23 Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 tertutup karena kekalahan itu.
Tim arahan Indra Sjafri tak bisa lagi mengejar Vietnam yang saat ini menduduki posisi kedua dengan enam poin.

Pada laga terakhir, timnas U-23 Indonesia akan bersua dengan Brunei Darussalam pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia 2020, Selasa (26/3/2019).

Timnas U-23 Indonesia melakukan perubahan besar-besar pada susunan pemainnya pada laga kontra timnas U-23 Vietnam.

Timnas U-23 Indonesia akan memainkan laga keduanya pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 melawan timnas U-23 Vietnam di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3/2019), pukul 20.00 WIB.
Perubahan paling besar dilakukan pelatih timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri, di sektor belakang.
Pertama, turunnya Satria Tama untuk pos penjaga gawang menggantikan Awan Setho yang sebelumnya tampil pada laga kontra timnas U-23 Thailand.
Dua posisi bek di jantung pertahanan juga diganti, yakni Rachmat Irianto dan Andy Setyo yang posisinya digantikan oleh Bagas Adi Nugroho dan Nurhidayat Haji Haris.
Sektor tengah juga mengalam perubahan yakni dimainkannya Sani Rizki dan Witan Sulaeman sejak awal untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Gian Zola dan Saddil Ramdani.
Sementara untuk sektor depan tetap akan diisi oleh trio Egy Maulana Vikri, Marinus Wanewar, dan Osvaldo Haay.

Perombakan skuat ini dilakukan Indra Sjafri dalam laga hidup-mati yang akan menentukan langkah timnas U-23 Indonesia untuk melaju ke babak utama Piala Asia U-23.
Sebagaiman diketahui, timnas U-23 Indonesia belum meraih poin karena takluk dengan skor telak 0-4 dari timnas U-23 Thailand pada pertandingan pertama, Jumat (22/3/2019).




Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com